Perkuat Digitalisasi Tes Bahasa Berbasis Moodle, UPB UIN KHAS Jember Lakukan Studi Wawasan ke PPB UIN Walisongo Semarang

UPT Pengembangan Bahasa Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq (UIN KHAS) Jember melaksanakan studi wawasan ke Pusat Pengembangan Bahasa (PPB) UIN Walisongo Semarang pada Kamis, 18 Juni 2026. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya penguatan tata kelola kelembagaan dan pengembangan layanan tes bahasa berbasis teknologi.
Rombongan UPB UIN KHAS Jember dipimpin oleh Kepala UPT Pengembangan Bahasa, Sofkhatin Khumaidah, M.Ed., Ph.D., didampingi oleh dua staf, yaitu Taufik Hidayah, M.TESOL. dan Dendy Hermawan, M.Pd. Kehadiran rombongan disambut oleh Kepala PPB UIN Walisongo Semarang, Daviq Rizal, M.Pd., beserta tim di Gedung PPB UIN Walisongo.
Studi wawasan ini difokuskan pada pengelolaan program kebahasaan, pemanfaatan teknologi dalam pelaksanaan tes, pengembangan fasilitas pembelajaran, serta sistem pelayanan peserta tes. UPB UIN KHAS Jember memandang kunjungan tersebut sebagai langkah strategis untuk memperoleh referensi dan praktik baik yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan layanan kebahasaan di UIN KHAS Jember.
Mengamati Pengembangan Fasilitas Pembelajaran Bahasa
Agenda kunjungan diawali dengan peninjauan sejumlah fasilitas yang dimiliki PPB UIN Walisongo. Tim UPB UIN KHAS Jember melihat secara langsung aula yang digunakan untuk pelaksanaan Walisongo English Proficiency Test (WEPT) dan Ikhtibar Mi’yaril Kafa’ah Al Lughotil Arabiyyah (IMKA), ruang kelas, ruang kerja bersama, serta fasilitas pendukung pembelajaran bahasa lainnya.
Beberapa ruang kelas telah dilengkapi dengan perangkat Interactive Flat Panel yang memungkinkan proses pembelajaran berlangsung secara lebih interaktif. Perangkat tersebut dapat dimanfaatkan untuk menampilkan materi audiovisual, mengerjakan latihan, serta meningkatkan keterlibatan peserta dalam kegiatan pembelajaran bahasa.
Rombongan juga meninjau co-working space yang disediakan untuk mendukung aktivitas belajar dan kerja mandiri mahasiswa. Selain itu, PPB UIN Walisongo sedang mengembangkan Self-Access Center, yaitu ruang belajar bahasa secara mandiri yang dirancang untuk menyediakan sumber belajar sesuai dengan tingkatan kemampuan peserta.
Pengembangan fasilitas tersebut memberikan gambaran mengenai pentingnya menciptakan lingkungan belajar bahasa yang tidak hanya berorientasi pada pembelajaran di ruang kelas, tetapi juga mendukung kemandirian, kreativitas, dan kebiasaan belajar berkelanjutan.
Mendalami Pengelolaan Kursus dan Layanan Kebahasaan
Dalam sesi diskusi, tim UPB UIN KHAS Jember memperoleh penjelasan mengenai berbagai program kursus yang diselenggarakan oleh PPB UIN Walisongo. Program tersebut menjangkau beragam kelompok peserta, mulai dari pelajar usia sekolah hingga mahasiswa dan masyarakat umum.
Beberapa program yang dikembangkan antara lain English for Kids, English for Teens, English Conversation, English for University, serta kelas persiapan tes bahasa Inggris dan bahasa Arab. Pengelolaan program yang beragam tersebut menjadi salah satu bahan kajian bagi UPB UIN KHAS Jember dalam merancang layanan kursus yang lebih adaptif terhadap kebutuhan peserta.
Selain membahas jenis program, diskusi juga mencakup aspek perencanaan kelas, penyusunan materi, penentuan sasaran peserta, pengelolaan tenaga pengajar, serta evaluasi hasil pembelajaran. Berbagai informasi tersebut diharapkan dapat mendukung peningkatan kualitas program kursus bahasa Arab, bahasa Inggris, dan Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing yang dikelola UPB UIN KHAS Jember.
Moodle sebagai Sistem Pelaksanaan Tes Bahasa
Salah satu agenda utama dalam studi wawasan ini adalah pembahasan mengenai penerapan Moodle sebagai platform tes bahasa secara daring. PPB UIN Walisongo telah mengembangkan sistem tes melalui domain khusus yang terintegrasi dengan layanan teknologi informasi universitas.
Dalam sistem tersebut, Moodle digunakan untuk menyimpan bank soal, menyusun paket ujian, mengatur waktu pengerjaan, mengelompokkan peserta, serta mengelola hasil tes. Fitur Question Bank memungkinkan pengelola menyimpan berbagai jenis soal secara sistematis, sedangkan fitur Quiz digunakan untuk menyusun dan melaksanakan ujian sesuai dengan kebutuhan masing-masing program tes.
Pengaturan sistem dilakukan secara ketat agar jawaban, nilai, dan umpan balik tertentu tidak dapat diakses oleh peserta selama maupun setelah ujian. Dengan pengaturan tersebut, kerahasiaan soal dan kredibilitas hasil tes dapat tetap dijaga.
Aspek pengawasan peserta juga menjadi perhatian penting. PPB UIN Walisongo memanfaatkan teknologi proctoring melalui webcam untuk merekam aktivitas peserta selama tes berlangsung. Selain itu, penggunaan Safe Exam Browser diterapkan untuk membatasi akses peserta terhadap aplikasi atau laman lain ketika mengerjakan ujian.
Pengawasan turut diperkuat melalui Zoom Meeting yang diakses menggunakan telepon seluler peserta. Kamera diarahkan pada posisi peserta dan perangkat komputer yang digunakan, sehingga pengawas dapat memantau pelaksanaan ujian melalui sudut pandang tambahan.
Sistem pengawasan berlapis tersebut menjadi referensi penting bagi UPB UIN KHAS Jember dalam merancang pelaksanaan tes daring yang lebih aman, tertib, dan dapat dipertanggungjawabkan.
Pengolahan Nilai hingga Sertifikat Digital
Tim UPB UIN KHAS Jember juga mempelajari proses pengolahan hasil ujian melalui fitur penilaian yang tersedia di Moodle. Setelah tes selesai, skor peserta dapat diunduh berdasarkan kelompok dan jadwal pelaksanaan ujian.
Skor mentah kemudian diolah dan dikonversi menggunakan standar penilaian yang telah ditetapkan. Hasil akhirnya diintegrasikan dengan sistem informasi manajemen PPB agar peserta dapat melihat hasil tes dan memperoleh sertifikat secara digital.
Penerapan layanan digital tersebut dinilai mampu mempercepat proses administrasi, mengurangi ketergantungan pada dokumen cetak, serta memberikan kemudahan bagi peserta dalam mengakses hasil tes. Sistem serupa berpotensi dikembangkan dan diintegrasikan dengan layanan digital yang telah dimiliki UPB UIN KHAS Jember.
Menyiapkan Tindak Lanjut Pengembangan Layanan
Kepala UPT Pengembangan Bahasa UIN KHAS Jember, Sofkhatin Khumaidah, menyampaikan bahwa studi wawasan tersebut memberikan banyak masukan bagi pengembangan program dan layanan UPB, khususnya dalam bidang digitalisasi tes bahasa.
Berbagai praktik baik yang diperoleh selama kunjungan akan dikaji lebih lanjut dengan mempertimbangkan kesiapan sumber daya manusia, infrastruktur teknologi, sistem pengamanan ujian, serta kebutuhan mahasiswa dan masyarakat pengguna layanan.
UPB UIN KHAS Jember juga membuka peluang kerja sama dengan PPB UIN Walisongo dalam pengembangan sistem tes, peningkatan kompetensi pengelola, penyusunan instrumen pengujian, serta penguatan program pembelajaran bahasa.
Melalui kegiatan ini, UPB UIN KHAS Jember berkomitmen untuk terus melakukan inovasi guna menghadirkan layanan kebahasaan yang profesional, mudah diakses, aman, dan relevan dengan perkembangan teknologi. Studi wawasan tersebut diharapkan menjadi langkah awal menuju pengembangan sistem tes bahasa berbasis digital yang lebih terintegrasi di lingkungan UIN KHAS Jember.
Tag :